Nasi Cumi Hitam

Kesederhanaan bisa datang dari mana saja, di antaranya dari rasa yang jujur. Ini dia, cumi hitam yang gurih, yang dipotong kecil sehingga tidak terlalu ‘mengancam’. Saya buat beberapa kali, dengan porsi yang berbeda-beda, tanpa tambahan penyedap rasa lagi, ia cukup sedap: ada rasa asin, gurih, sedikit manis, ada pula pedasnya.

Biarkan saja lelehan tinta hitam cumi itu bercampur bersama irisan bawang dan cabai hijau, pula sedikit rawit. Hmmm.. ada aroma daun jeruk di sana, juga lengkuas geprek, seakan mengurangi aroma ‘amis’. Ia berpadu bersama terung goreng yang diberi bumbu balado, ditambah telur rebus yang digoreng.

Terung itu legit dan sangat empuk, sementara potongan mentimun lebih bertekstur; menambah segar, kerupuk udang kecil menjalankan peran perkusi yang kriuk-kriuk. Ada pun telur mengimbangi semuanya dengan rasa yang sudah lama kita kenal, putihnya yang tawar kini sedikit asin, sementara kuningnya menyambut lidah dengan rasa gurih yang kondang itu.

Leave a Reply

Close Menu